ads slot

Latest Posts:

Surat Dari Pendukung Jokowi: Bapak Presiden, Mohon Berhenti Sengsarakan Rakyat!

*oleh ibu Yanti Trisno (Surni Yanti)
General Manager (GM) at The Grand Zuri Hotel, Padang - West Sumatera
Studied Business Administration at Univ of IOWA - USA

Surat Terbuka ini ditulis yang berkaitan di laman facebooknya pada 3 Juli 2015

Ayah Presiden yang terhormat,

Mohon berikan pada seluruhnya pembantu Ayah supaya berhenti menyengsarakan rakyat!

Saya pendukung ayah di Pilpres (meskipun tak turut nyoblos), serta hingga 'saat awal menulis ini' masih tetap mensupport Ayah..... Namun... saya tak tau hingga kapan dapat bertahan!

Selama ini saya coba ber 'positive thinking' serta berupaya mengerti seluruhnya kebijakan Ayah serta beberapa mentri meskipun sesungguhnya banyak yang saya tak memahami tetapi memaksakan diri untuk memahami serta maklum.

Cukup pak... mohon cukupkanlah kesengsaraan rakyat!

Saya tak mampu lagi lihat karyawan ditempat saya bekerja mesti berobat memakai BPJS yang fasilitasnya sangatlah sangat sangatlah tak manusiawi. Karyawan melahirkan jam 2 siang, jam 5 sore telah diminta pulang. Karyawan yg kakinya telah membengkak lantaran infeksi, mesti menanti satu minggu baru dapat dioperasi. Informasi dari dokter yg mengoperasi, telat 1 hari lagi saja karyawan saya bakal kehilangan kaki (nauzubillah..)

Belum lagi berobat jalan yang perlu mengantri bahkan juga hingga berhari2 serta tak dapat masuk kerja lantaran mesti urus ini itu untuk masalah BPJS yang ribetnya nauzubillah.

Pak Presiden yang terhormat,

Dahulu kami baik baik saja... Kami memakai jaminan asuransi kesehatan dengan jumlah cost yang nyaris sama juga dengan yang kami bayar ke BPJS. Karyawan kami dapat berobat dengan sangatlah manusiawi, melahirkan dengan tenang, dapat memakai kelas 1 bahkan juga VIP.

Saat ini kami dipaksa memakai BPJS dengan cost yang nyaris sama, tetapi service jauh dari kata standard. Upah kami dipotong, tetapi kami tak dapat pilih kelas meskipun mampu bayar premi lebih. Cuma bisa kelas 2 serta kelas 3, serta yang nyatanya kelas 2 serta 3 yg disebut itu yaitu di ruangan sal, ada beberapa puluh orang, campur laki serta wanita, dewasa serta anak anak, cuma dibatasi sehelai kain pembatas!

Ayah... kami kerja sungguh sungguh hingga sukses agar bisa hidup layak!... Hidup dengan cara 'civilized'! Namun service kesehatan BPJS yang didapatkan negara tak civilized...., tetapi kami dipaksa untuk turut... !!!

Kami juga tak dapat complain ke RS atau petugas, lantaran kami juga mendengar segudang persoalan yang mereka hadapi.

Pak Presiden yang terhormat,

Belum usai permasalahan BPJS Kesehatan, saat ini karyawan swasta dipersulit lagi dengan pencairan dana pensiun BPJS.

Ayah yang baik....,

Tak taukah Ayah seberapa banyak karyawan swasta yang terbantu dengan mencairkan dana pensiun BPJS?? (dahulu namanya Jamsostek)

Adakah Ayah mempunyai data berapakah jumlah karyawan swasta yang saat ini telah jadi entrepreneur sesudah mencairkan dana pensiun mereka untuk bangun usaha? Atau untuk menyekolahkan anak, atau untuk beli rumah, atau beli suatu hal yang mereka perlukan saat ini...! Bukanlah kelak ketika mereka berusia 56 th....!

Kami tau, namanya dana pensiun. Namun itu hak kami, serta kami yang tau kapan memerlukan dana tsb.

Yakinlah ayah... karyawan swasta juga tak bodoh menyia2kan hari tua mereka. Apa lantaran negara takut terbebani orang lansia, takut mengatur orang cacat hingga dana yang sesungguhnya dapat di ambil pada saat mereka masih tetap sehat serta produktif agar dapat tingkatkan usaha.. mesti ditahan negara hingga mereka tua atau cacat??

How poor we are!

Masih tetap kurangkah duit negara pak? Kemana hasil kekayaan bumi Indonesia ini yang bikin negara lain iri tetapi nyatanya rakyatnya terus sengsara??

Belum lagi duit yg terkumpul dari pajak!

Taukah Ayah bahwa THR saya dipotong segera 25% untuk membayar pajak???

Kami kerja mati2an tetapi 1/4nya mesti diserahkan ke negara yang saya sendiri tak meyakini bakal digunakan sebesar2nya untuk kebutuhan rakyat... Hikssss!

Maaf pak Presiden... maafkan saya... lantaran saya pada akhirnya 'quit' mensupport kebijakan pemerintahan Ayah!

Wassalam.
(http://www.pkspiyungan.org/)
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar